Saya pengguna transportasi umum garis keras, tiap pagi berangkat kerja naik bus dan pulang naik KRL. Otomatis saya sering dapet pengalaman naik transportasi umum sama anak anak, khususnya balita. Apalagi saya juga punya satu toddler, jadi saya bakal cerita dari dua sudut pandang berbeda.
Minggu pagi ini saya appa dan Kai sarapan di fast food resto sebuah mall, masih sepi banget cuma ada 2 pelanggan termasuk kami.
Gak lama kemudian dari pintu samping deket meja kami duduk, masuklah sebuah keluarga isinya bapak, ibu dan satu anak laki laki usia SD, mungkin sekitar 11-12 tahun karena badannya cukup besar. Sebut saja anak ini Dud. Dud merajuk ke orang tuanya.
Gak lama kemudian dari pintu samping deket meja kami duduk, masuklah sebuah keluarga isinya bapak, ibu dan satu anak laki laki usia SD, mungkin sekitar 11-12 tahun karena badannya cukup besar. Sebut saja anak ini Dud. Dud merajuk ke orang tuanya.
Udah kayak series Kicau Kacau Kai ya sampai 3 episode gini hahaha sila baca bagian 1 dan 2 deh. Ini sedikit update aja sih tapi sayang kan kalau gak jadi satu post sendiri *ogah rugi*
Hari itu mama laporan Kai gak mau minum susu formula, sehari cuma 150 ml itupun gak habis. Padahal biasanya sampai 3 botol plus greenfields juga.
Hari itu mama laporan Kai gak mau minum susu formula, sehari cuma 150 ml itupun gak habis. Padahal biasanya sampai 3 botol plus greenfields juga.
Saya lupa triggernya apa tiba tiba saya delete aplikasi instagram dari henpon. Padahal hari hari sebelum itu bergantung banget sama instagram. Sarapan di kantor, makan siang, nunggu kereta pulang, nyusuin anak, tiada detik tanpa instagram, on repeat every single time.
Apa sih yang dilihat? Ya baju anak, furniture, properti, makanan tapi semua itu hanya demi memuaskan hasrat cuci mata. Belanja mah gak LOL. Saya udah bisa kontrol diri belanja di instagram, yang waktu itu saya belum bisa kontrol adalah jari untuk terus scroll setiap akun yang ada di tab explorer. Saya sempat berada di satu masa “Mau liat akun siapa lagi ya?” saking semua udah saya buka tutup. Hhh.
Apa sih yang dilihat? Ya baju anak, furniture, properti, makanan tapi semua itu hanya demi memuaskan hasrat cuci mata. Belanja mah gak LOL. Saya udah bisa kontrol diri belanja di instagram, yang waktu itu saya belum bisa kontrol adalah jari untuk terus scroll setiap akun yang ada di tab explorer. Saya sempat berada di satu masa “Mau liat akun siapa lagi ya?” saking semua udah saya buka tutup. Hhh.